Gangguan Jiwa, Apa Dampaknya Bagi Penderita?

Setiap orang memiliki kepribadian yang berbeda. Sebagian orang mampu menjaga kesehatan mental atau emosi dengan baik. Sebagian orang mungkin bisa merasa tersinggung jika ada sesuatu yang tidak sesuai dengan harapannya atau yang bersifat sangat mengganggu. Emosi yang tidak terkendali dengan baik merupakan salah satu ciri yang bisa menunjukkan bahwa seseorang mengalami gangguan jiwa.

Penyebab gangguan jiwa dapat berupa kombinasi dari sejumlah kondisi

Pemahaman Tentang Gangguan Jiwa

Gangguan jiwa atau gangguan mental merupakan kondisi yang tidak hanya mempengaruhi perasaan, namun juga dapat mempengaruhi pikiran dan perilaku manusia. Sebagian orang mungkin telah menunjukkan ciri-ciri gangguan jiwa sejak kecil, namun sebagian orang bisa menunjukkan ciri-ciri tersebut ketika mereka semakin dewasa.

Singkat atau lamanya gangguan jiwa yang dialami penderita bervariasi. Sebagian orang bisa mengalami kondisi tersebut dalam sementara waktu, namun sebagian orang bisa mengalaminya setiap saat. Tergantung pada seberapa parah kondisi tersebut dialami penderita, gangguan jiwa dapat mempengaruhi aspek sosial mereka.

Ciri-Ciri yang Dapat Menunjukkan Gangguan Jiwa

Untuk mengetahui apakah seseorang bisa mengalami gangguan jiwa atau tidak, berikut adalah ciri-ciri yang bisa dialami penderita:

  • Perubahan kepribadian.
  • Marah.
  • Sedih.
  • Kesulitan untuk berkonsentrasi.
  • Kesulitan untuk beradaptasi dengan orang lain.
  • Kesulitan untuk menghadapi kenyataan.
  • Mudah merasa lelah.
  • Stres.
  • Berhalusinasi.
  • Cenderung mengisolasi diri.
  • Cenderung melakukan kebiasaan buruk seperti mengkonsumsi alkohol.
  • Cenderung berpikir untuk bunuh diri.
  • Cenderung melakukan kekerasan (verbal dan fisik).
  • Perubahan pola makan.
  • Sakit kepala.
  • Sakit perut.
  • Sesak nafas.

Penyebab Gangguan Jiwa

Berikut adalah faktor-faktor yang dapat menyebabkan seseorang mengalami gangguan jiwa:

  • Obsesi

Jika seseorang mengharapkan sesuatu, mereka cenderung memaksakan diri supaya tujuannya tercapai. Misalnya, jika seseorang mengerjakan tugas kuliah, dia akan berusaha dengan giat supaya dia mendapatkan nilai yang sangat bagus (80 atau lebih). Jika nilainya sesuai dengan rata-rata (60), dia bisa merasa sangat kecewa.

Obsesi bisa membuat sebagian orang kecanduan sehingga mereka kesulitan untuk mengendalikan diri. Tidak hanya itu, obsesi juga bisa membuat mereka lupa dengan hal lain yang umum seperti meluangkan waktu dengan keluarga.

  • Faktor sosial

Mungkin sejak kecil sebagian orang sering di-bully karena alasan tertentu. Hal tersebut dapat mempengaruhi diri mereka berdasarkan aspek sosial dimana mereka mungkin tidak memiliki banyak teman, namun sering dimusuhi. Hal tersebut juga dapat mempengaruhi rasa percaya diri mereka jika mereka ingin beradaptasi dengan orang lain.

  • Faktor genetik

Gangguan jiwa juga bisa terjadi karena faktor genetik dimana seseorang yang mengalami kondisi tersebut bisa menurunkan kondisinya ke anak mereka.

  • Trauma di masa lalu

Sebagian orang mungkin memiliki pengalaman yang tragis sehingga dapat mempengaruhi pikiran mereka hingga bertahun-tahun. Peristiwa yang dialami mereka sulit untuk dilupakan sehingga mereka bisa mengalami gangguan jiwa.

  • Kehamilan

Ketika berada di dalam rahim, ibu penderita mungkin terkena paparan kimia seperti zat-zat beracun sehingga dapat mempengaruhi kondisi kejiwaan penderita.

  • Cedera otak

Baik karena kekerasan maupun kecelakaan, cedera otak bisa dialami penderita dimana hal tersebut juga dapat mempengaruhi kondisi kejiwaannya.

  • Penyakit

Gangguan jiwa juga bisa disebabkan oleh penyakit seperti kanker.

Cara Mengatasi Gangguan Jiwa

Jika Anda, teman Anda, atau anggota keluarga Anda menunjukkan ciri-ciri gangguan jiwa, namun tidak yakin apakah kondisi tersebut bisa terjadi atau tidak, Anda bisa bertemu dengan dokter atau psikiater. Dokter atau psikiater dapat membantu penderita gangguan jiwa supaya mereka bisa kembali hidup dengan normal.

Kesimpulan

Gangguan jiwa merupakan salah satu kondisi yang serius dimana kondisi tersebut tidak hanya mempengaruhi kesehatan penderita, namun juga dapat mempengaruhi faktor sosial. Ada berbagai faktor yang dapat menyebabkan kondisi tersebut terjadi. Dokter atau psikiater dapat membantu penderita jika mereka mengalami masalah pada kehidupan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *