Bahaya di Balik Kalori Nasi Goreng yang Tinggi

Nasi goreng merupakan salah satu makanan dari Indonesia yang lezat. Bahkan hal ini diakui oleh dunia. Terbukti pada tahun 2017 nasi goreng menjadi makanan paling enak nomor dua setelah rendang. Sayangnya, di balik rasanya yang enak ada jumlah kalori nasi goreng yang tinggi sehingga jika terlalu sering dikonsumsi dapat menimbulkan berbagai penyakit. 

Menurut Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, jumlah kalori nasi goreng per porsinya adalah 267 kalori. Angka ini belum termasuk bahan tambahan yang menjadi campuran dalam nasi goreng, seperti ayam, daging, telur, seafood, dan sebagainya. Belum lagi tambahan acar dan kerupuk sebagai pendamping nasi goreng. 

Semakin banyak bahan yang ditambahkan dalam nasi goreng, maka semakin tinggi pula kalorinya. Oleh karena itu, tak heran jika jumlah kalori nasi goreng ini bisa berbeda-beda.

Bahaya Terlalu Sering Mengonsumsi Nasi Goreng

Meskipun memiliki cita rasa yang lezat, tapi Anda tidak disarankan untuk mengonsumsi nasi goreng terlalu sering mengingat jumlah kalorinya yang tinggi. Selain itu, ada beberapa bahaya lain yang ditimbulkan jika terlalu sering mengonsumsi nasi goreng. Berikut beberapa bahayanya yang mungkin bisa jadi pertimbangan untuk Anda jika sering mengonsumsi nasi goreng secara berlebihan. 

1. Menambah Berat Badan

Sesuai dengan namanya, nasi goreng termasuk dalam salah satu makanan yang digoreng bisa menggunakan minyak atau mentega. Tingginya kandungan minyak pada nasi goreng ini yang dapat menyebabkan tubuh kelebihan asupan kalori jika dikonsumsi secara berlebihan. Hal ini bisa terlihat dari berat badan Anda yang meningkat. 

Umumnya, makanan yang digoreng mengandung lebih banyak lemak dan kalori daripada makanan yang tidak digoreng. Jadi, pastikan Anda mengonsumsi nasi goreng dalam porsi yang tidak berlebih, terutama Anda yang sedang menjalani program diet. 

2. Mengandung Lemak Trans yang Tinggi

Ketika lemak tak jenuh mengalami proses hidrogenasi, maka terbentuklah lemak trans. Lemak ini dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat (LDL) dan trigliserida dalam darah meningkat yang dapat menyebabkan berbagai penyakit. 

Pada nasi goreng, pembentukan lemak trans terjadi ketika minyak dipanaskan dalam suhu yang sangat tinggi. Proses ini menyebabkan perubahan struktur kimiawi lemak sehingga membuat tubuh sulit untuk memecahnya yang pada akhirnya dapat menyebabkan berbagai efek negatif untuk kesehatan. 

3. Meningkatkan Risiko Terkena Penyakit Kronis

Lebih lanjut, kandungan minyak trans dan kalori nasi goreng yang tinggi dapat meningkatkan risiko terkena penyakit kronis, seperti obesitas, diabetes, penyakit jantung, hingga kanker. Oleh karena itu, sebaiknya Anda membatasi konsumsi nasi goreng. 

Tips Mengurangi Kalori Nasi Goreng dan Membuatnya Jadi Lebih Sehat

Jika Anda termasuk salah satu penggemar nasi goreng, beberapa tips ini bisa Anda terapkan untuk mengurangi kalori nasi goreng dan membuatnya jadi lebih sehat, di antaranya :

  • Menggunakan minyak yang lebih sehat, seperti minyak kelapa, minyak kelapa, dan minyak alpukat
  • Hindari menggunakan nasi yang baru dimasak, sebaiknya Anda menggunakan nasi sisa yang sudah dimasak terlebih dahulu pada malam sebelumnya
  • Mengganti nasi putih dengan multigrain-rice, seperti campuran beras, gandum, dan biji-bijian
  • Hindari penggunaan api bersuhu sangat tinggi saat memasak nasi goreng
  • Kurangi penggunaan garam dan penyedap rasa karena dapat membuat tekanan darah Anda meningkat
  • Pilihlah bahan-bahan yang sehat, misalnya sayuran

Itulah beberapa bahaya yang bisa ditimbulkan dari jumlah kalori nasi goreng yang tinggi serta bahaya lainnya di balik kenikmatan nasi goreng. Pastikan Anda tidak berlebih saat mengonsumsinya dan menerapkan tips membuat nasi goreng yang sehat. Selamat mencoba.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *