Mengenal Kanker Kista dan Ovarium

Hanya karena Anda memiliki kista ovarium atau tumor, bukan berarti Anda akan memiliki atau mengembangkan kanker kista dan kanker ovarium. Banyak wanita akan memiliki kista ovarium atau tumor ovarium jinak pada suatu masa dalam tahun-tahun reproduktif mereka. Kebanyakan tidak akan mengembangkan kanker ovarium. Ovarium adalah organ kecil yang terletak jauh di dalam panggul. Sel-sel telur tumbuh di dalamnya, di dalam kantung atau folikel. Pada saat ovulasi, telur dilepaskan dari kantung ke dalam tuba falopi. Setelah itu, kantung biasanya akan larut, namun terkadang kantung akan tersisa dan terisi oleh udara atau cairan untuk membentuk kista. Kista yang terbentuk di dalam ovarium sering tidak diketahui. Kista tersebut hanya kana menyebabkan gejala ringan atau bahkan tidak ada gejala sama sekali. Meskipun relatif langka, namun beberapa kista ovarium bersifat ganas dan menyebabkan kanker kista. Namun, kebanyakan untungnya bersifat jinak dan tidak akan berubah menjadi kanker. Dokter akan merekomendasikan rencana perawatan tergantung pada jenis kista ovarium atau tumor yang Anda miliki, sekaligus gejala yang diderita. Sering, kista tersebut tidak membutuhkan perawatan apapun. 

Mimisan bisa menjadi gejala kanker nasofaring

Kista ovarium umumnya bukanlah hal yang berbahaya, dan sedikit sekali kemungkinannya untuk berkembang menjadi kanker kista. Kista yang terbentuk pada saat siklus menstruasi disebut kista fungsional. Ada dua jenis kista ovarium fungsional, yang itu kista follicle dan kista corpus luteum. Kista folikel terbentuk ketika sel telur gagal keluar dari kantungnya. Jenis kista ini biasanya akan hilang dengan sendirinya dalam satu hingga tiga bulan. Sementara itu, kista korpus luteum berkembang ketika kantung menutup setelah melepaskan sel telur, menyebabkan cairan berkumpul di dalamnya. Kista jenis ini akan hilang dengan sendirinya dalam beberapa minggu. 

Terkadang, sel telur akan matang di dalam kantung namun tidak pernah dilepaskan. Saat siklus menstruasi Anda berulang, kantung akan tumbuh lebih besar dan berkembang menjadi beberapa kista. Kondisi ini dikenal dengan sebutan sindrom ovarium polikistik (PCOS). Ada pula jenis kista ovarium dan tumor lainnya, termasuk di antaranya adalah:

  • Ovarian endometriomas dapat berkembang jika Anda memiliki endometriosis, sebuah kondisi yang menyebabkan jaringan endometrial yang melapisi uterus tumbuh di daerah lain tubuh. Jika jaringan ini menempel ke salah satu ovarium Anda, ovarian endometrioma dapat terbentuk. 
  • Ovarian cyst adenomas adalah kista yang berisi cairan yang berkembang dari sel-sel di permukaan ovarium. Meskipun kebanyakan bersifat jinak, beberapa cystadenomas berpotensi menjadi kanker. 
  • Ovarian dermoid cyst atau teratomas terbuat dari berbagai macam jenis sel-sel yang berbeda. Ini adalah jenis tumor sel kuman ovarian. Biasanya, tumor ini bersifat jinak, namun terkadang dapat bersifat ganas. 

Cukup umum untuk jenis kista jinak tersebut berkembang pada masa-masa reproduktif atau setelah Anda mulai menstruasi. Jarang dijumpai untuk mengembangkan kista ovarium sebelum Anda mengalami periode menstruasi pertama Anda atau setelah menopause terjadi. Jika hal ini terjadi, dokter akan melakukan investigasi lebih jauh. 

Sangat mungkin untuk memiliki kista ovarium namun tidak menyadarinya. Gejala dapat bersifat ringan hingga parah. Gejala yang dapat dirasakan di antaranya adalah perut kembung dan tekanan pada perut, nyeri saat melakukan hubungan seksual, dan sering buang air kecil. Sama seperti kista ovarium non-knaker, tumor kanker terkadang tidak akan menunjukkan gejala apapun atau hanya menunjukkan gejala kecil saja. Kondisi ini biasanya sulit untuk dirasakan, bahkan pada saat pemeriksaan fisik. Untuk itulah sulit untuk mendeteksi kanker ovarium tahap awal atau kanker kista.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *