Salep Fungiderm, Membasmi Tuntas Jamur Hingga ke Akar

Infeksi jamur kulit seperti panu, kurap, dan kutu air bisa membuat seseorang tak nyaman. Kadang rasa gatalnya sangat tidak tertahankan sehingga sulit juga untuk fokus dengan aktivitas yang sedang dijalani. Selain rasa gatal, jamur kulit juga bisa menyebabkan minder atau tidak percaya diri. Dengan pengobatan yang tepat, infeksi jamur dapat diatasi. Ada banyak pilihan obat jamur yang tersedia, salah satunya adalah salep Fungiderm

Fungiderm dikenal sebagai obat kulit yang ampuh mengatasi gangguan kuli yang disebabkan oleh infeksi jamur sampai tuntas hingga ke akarnya. Dengan salep Fungiderm, jamur dan gatal hilang aktivitas pun kembali lancar. 

Penyebab infeksi jamur di kulit

Kulit merupakan bagian tubuh terbesar dan terluar yang sering terpapar oleh debu, kotoran, serta kuman dan bakteri. Perubahan suhu dan cuaca juga bisa menyebabkan gangguan pada kulit, misalnya infeksi jamur. 

Ada jutaan spesies jamur di dunia. Mereka hidup di tanah, tanaman, permukaan rumah, dan juga di kulit manusia. Ketika kondisi kulit lembab dan hangat, pertumbuhan jamur meningkat sehingga bisa menginfeksi kulit. Akhirnya terjadilah gangguan kulit, seperti kurap, panu, dan kutu air.   

Beberapa gejala infeksi jamur kulit yang paling umum antara lain:

  • Gatal
  • Ruam kemerahan
  • Perubahan warna kulit
  • Kulit bersisik
  • Pembengkakan
  • Kulit melepuh
  • Nyeri pada area yang gatal

Khasiat Fungiderm

Salep Fungiderm merupakan obat jamur dengan kandungan bahan aktif Clotrimazole 10 mg. Clotrimazole merupakan turunan dari imidazol yang bersifat antijamur spektrum luas. Bahan aktif ini bekerja dengan cara merusak dinding sel jamur sehingga pertumbuhan jamur terganggu dan pada akhirnya infeksi jamur hilang seutuhnya. 

Fungiderm dapat digunakan untuk mengatasi infeksi jamur seperti:

  • Tinea cruris (Jock Itch atau gatal selangkangan)
  • Tinea pedis (athlete’s foot atau disebut juga dengan kaki atlet atau kutu air) 
  • Tinea capitis (Jamur pada kulit kepala)
  • Tinea corporis (kurap)
  • Tinea versicolor (panu)
  • Tinea unguium (onikomikosis atau jamur kuku kaki)
  • Tinea barbae (infeksi jamur pada jenggot)
  • Infeksi jamur candida pada kulit dan kuku

Bahkan dikatakan klotrimazol juga efektif melawan bakteri gram positif tertentu, terutama yang disebabkan oleh stafilokokus dan trichomonas.

Cara penggunaan

Fungiderm hanya boleh digunakan pada bagian kulit yang sakit, tidak dianjurkan untuk dioleskan pada luka terbuka dan area mata. 

Sebelum mengoleskan salep Fungiderm ke area yang terinfeksi, pastikan tangan dan area tersebut bersih dan kering. Oleskan Fungiderm tipis-tipis sebanyak 2-3 kali sehari secara teratur selama 10-14 hari. Untuk mengobati tinea pedis (athlete’s foot), dibutuhkan waktu pengobatan hingga 1 bulan secara rutin. Setelah penggunaan, cuci tangan Anda dengan sabun dan air mengalir.

Untuk mempercepat penyembuhan infeksi jamur, jaga agar kulit selalu dalam keadaan kering dan bersih. Gunakan pakaian berbahan katun yang mudah menyerap keringat. Hindari menggunakan pakaian, kaos kaki, dan sepatu yang basah atau lembab.   

Efek samping

Penggunaan Fungiderm dapat menimbulkan efek samping seperti:

  • Sensasi kulit tersengat
  • Eritema
  • Edema atau pembengkakan
  • Vesikasi
  • Deskuamasi
  • Pruritus
  • Urtikaria
  • Kulit melepuh atau mengelupas
  • Rasa panas terbakar
  • Iritasi umum pada kulit

Hentikan penggunaan jika terjadi reaksi sensitivitas atau iritasi.

Catatan

Salep Fungiderm aman digunakan anak-anak di atas usia 2 tahun dan ibu hamil di atas trimester 1 sesuai dengan indikasi dan dosis yang dianjurkan dokter. Apabila dalam 1 bulan (untuk kutu air) atau 2 minggu (untuk gatal selangkangan) setelah pengobatan kondisi tidak semakin membaik, disarankan untuk menemui dokter untuk perawatan lebih lanjut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *