Tagged: gangguan kesuburan

Ketahui Manfaat dari Suntik Hormon Testosteron

Testosteron adalah hormon steroid pria yang bekerja dan memengaruhi beberapa faktor lain dalam kesehatan, termasuk lemak tubuh, massa otot, kepadatan tulang, jumlah sel darah merah, dan suasana hati. Kadar testosteron normal berada di antara 300 dan 1.000 ng/dL. Jika tes darah menunjukkan di bawah standar, maka dokter mungkin menyarankan Anda untuk mendapat suntik hormon testosteron. 

Suntik hormon testosteron adalah bentuk pengobatan yang disebut terapi penggantian testosteron. Suntik hormon testosteron adalah jenis pengobatan hormon yang paling sering diberikan oleh dokter. Tempat suntikan biasanya di otot gluteal di bokong. Namun, dokter mungkin juga akan mengizinkan Anda untuk melakukan injeksi sendiri. Dalam hal ini, tempat suntikan akan berada di otot paha Anda.

Gejala Testosteron Rendah

Secara alami, pria akan mulai kehilangan sebagian testosteron mereka ketika telah mencapai usia 30-an atau 40-an. Penurunan kadar hormon testosteron yang lebih cepat juga dapat mengindikasikan masalah yang disebut testosteron rendah (T rendah). Gejala umum testosteron rendah meliputi:

  • disfungsi ereksi (DE)
  • perubahan gairah seks
  • jumlah sperma menjadi berkurang
  • menjadi depresi atau kecemasan
  • berat badan menjadi naik
  • timbul semburan panas.

Beberapa pria mungkin juga mengalami perubahan ukuran penis dan testis mereka. Sedangkan ada juga yang mengalami pembengkakan payudara.

Diagnosis Testosteron Rendah

Satu-satunya cara untuk mengetahui apakah kadar hormon testosteron Anda rendah atau tidak adalah dengan memeriksakan diri ke dokter. Ketika Anda menemui dokter Anda, mereka akan mencari tahu riwayat kesehatan menyeluruh dan melakukan pemeriksaan fisik. 

Selain melakukan tes darah untuk mengukur kadar testosteron Anda, kemungkinan Anda juga akan menjalani tes yang mengukur jumlah sel darah merah Anda. Suntikan testosteron dapat meningkatkan jumlah sel darah merah Anda, jadi tes ini dilakukan untuk memastikan Anda tidak berisiko mengalami peningkatan berbahaya pada sel-sel ini.

Jika pemeriksaan dan tes Anda menunjukkan bahwa Anda mengalami kondisi testosteron yang rendah, dokter Anda mungkin menyarankan suntik hormon testosteron.

Manfaat Suntik Hormon Testosteron

Tujuan dari suntik hormon  testosteron adalah untuk membantu mengatur kadar hormon pria dan membantu mengatasi masalah yang berkaitan dengan hormon testosteron yang rendah. Bagi pria dengan kadar testosteron yang rendah, manfaat dari suntikan ini dapat meliputi:

  • dorongan seks menjadi meningkat
  • perbaikan gejala disfungsi ereksi
  • lebih banyak energi
  • suasana hati menjadi membaik
  • peningkatan jumlah sperma.

Perubahan Lemak dan Otot

Pria umumnya memiliki lemak tubuh yang lebih sedikit daripada wanita. Hal ini juga terkait dengan adanya testosteron, yang mengatur distribusi lemak dan pemeliharaan otot di tubuh Anda. Jika hormon testosteron rendah, maka Anda mungkin akan melihat peningkatan lemak pada tubuh, terutama di sekitar bagian tengah tubuh Anda.

Hormon juga akan membantu mengatur pertumbuhan otot. Jadi, jika testosteron rendah, Anda mungkin akan kehilangan ukuran atau kekuatan otot. Namun, ini hanya akan terjadi jika hormon testosteron Anda rendah hingga berkepanjangan dan parah.

Suntik hormon testosteron juga dapat membantu mengatur distribusi lemak, tetapi Anda seharusnya tidak mengharapkan perubahan berat badan yang signifikan dari terapi hormon saja. Sedangkan untuk pemeliharaan otot, terapi testosteron telah ditemukan untuk membantu meningkatkan massa otot, tetapi bukan untuk meningkatkan kekuatan otot.

Perubahan Jumlah Sperma

Jumlah sperma yang rendah adalah efek samping yang umum dari testosteron yang rendah. Masalah ini dapat mempersulit Anda dan pasangan jika sedang mencoba untuk hamil. Namun, jika testosteron rendah yang harus disalahkan untuk masalah konsepsi, jangan mengandalkan suntik hormon testosteron saja untuk membantu mengatasi masalah Anda sekarang. Terapi testosteron sendiri dapat menyebabkan berkurangnya jumlah sperma, terutama pada dosis tinggi.

Kesehatan Tubuh Mempengaruhi Warna Darah Haid, Kok Bisa?

Sebagai suatu siklus yang berulang tiap bulan, perubahan-perubahan kecil yang muncul pada haid Anda adalah sesuatu yang wajar. Salah satu perubahan yang mungkin Anda jumpai adalah perbedaan pada warna darah haid. 

Meski perubahan tersebut adalah sesuatu yang normal, hal itu juga dapat menunjukkan kondisi kesehatan seseorang. Oleh karenanya, Anda perlu mengenali perubahan warna darah haid yang mungkin muncul untuk mengetahui kapan Anda perlu berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter.     

Mengapa warna darah haid bisa berubah?

Tidak hanya dari satu siklus haid ke siklus berikutnya, warna darah haid bisa berubah dalam satu siklus menstruasi. 

Umumnya, darah haid yang keluar di awal menstruasi berwarna merah terang dan menjadi lebih gelap di akhir periode menstruasi. Hal ini karena darah yang keluar di awal menstruasi lebih lancar. Darah menstruasi yang lama berada dalam tubuh akan teroksidasi dan berwarna lebih gelap, bahkan berwarna kecoklatan atau kehitaman.

Akan tetapi, perubahan warna darah juga bisa dipengaruhi oleh hal lain. Selain karena perubahan hormon pada siklus menstruasi, warna darah haid juga dipengaruhi oleh kondisi kesehatan Anda. Perubahan warna tersebut dapat diakibatkan oleh adanya infeksi atau karena bertambahnya volume darah menstruasi yang keluar.

Ketika warna darah haid berubah karena suatu kondisi kesehatan, umumnya ada gejala lain yang turut muncul dengan perubahan warna. Penting untuk mengetahui kondisi kesehatan apa saja yang berpengaruh pada warna darah menstruasi dan gejala-gejala yang menyertai.  

Kondisi kesehatan yang berpengaruh pada warna darah haid

Perubahan warna darah dapat dipengaruhi oleh faktor hormonal maupun kondisi kesehatan. Berikut adalah kondisi kesehatan yang bisa berpengaruh pada warna darah haid dan cara untuk mengenalinya. 

1. Infeksi

Infeksi menular seksual seperti gonore atau klamidia bisa menyebabkan pendarahan berwarna merah terang di luar waktu menstruasi. 

Infeksi vaginosis bakteri dan trikomoniasis juga dapat menyebabkan perubahan warna darah menstruasi menjadi berwarna oranye, putih atau abu-abu. 

Ketika perubahan warna disebabkan oleh infeksi, gejala yang biasa muncul adalah rasa gatal atau sakit di area vagina, demam, rasa terbakar ketika buang air kecil, dan bau darah atau cairan vagina yang tidak sedap. 

2. Fibroid rahim

Fibroid rahim atau mioma adalah tumor jinak yang tumbuh di area rahim dan dapat hilang dengan sendirinya, namun bisa menimbulkan gejala yang mengganggu.

Salah satu indikasi adanya fibroid rahim adalah keluarnya darah haid berwarna merah terang dengan jumlah banyak atau berbentuk gumpalan. Jika pendarahan tersebut disebabkan oleh fibroid rahim, gejala yang biasa menyertai adalah nyeri haid yang tidak wajar, sakit perut, sakit punggung bagian bawah, susah buang air besar, sering buang air kecil, dan nyeri ketika berhubungan seksual.  

3. Kanker rahim

Meski sangat jarang terjadi, kanker rahim juga bisa menjadi pemicu perubahan dalam warna dan volume darah haid. Seperti fibroid rahim, kanker rahim menyebabkan darah haid menjadi banyak dan berwarna merah terang.

Kanker rahim dapat dideteksi dengan munculnya gejala-gejala lain. Beberapa gejala yang perlu Anda waspadai adalah siklus menstruasi yang tidak teratur, keputihan yang tidak wajar, benjolan di area vagina, dan penurunan berat badan secara drastis. 

4. Penyumbatan dalam vagina

Darah haid yang berwarna hitam umumnya ditemui di awal atau di akhir periode menstruasi. Akan tetapi, warna ini juga dapat mengindikasikan adanya penyumbatan dalam vagina.

Ketika perubahan warna diakibatkan oleh penyumbatan pada vagina, gejala lainnya yang mungkin muncul adalah keputihan yang berbau, demam, kesulitan buang air kecil, dan rasa gatal dan bengkak di area vagina.

Kapan perlu memeriksakan diri ke dokter?

Ada banyak faktor yang bisa berpengaruh pada warna darah menstruasi, salah satunya adalah kesehatan. Meski demikian, tidak semua perubahan warna darah diakibatkan oleh penyakit

Untuk mengetahui apakah ada kondisi kesehatan tertentu yang menyertai warna darah haid yang tidak wajar, Anda bisa mencatat siklus haid setiap bulannya, misalnya lama waktu menstruasi dalam sebulan, lama siklus menstruasi, dan banyak atau sedikitnya darah yang keluar. Penting juga untuk mencatat gejala-gejala lainnya yang muncul bersamaan dengan haid. Dengan mencatat secara rutin, Anda bisa segera mengenali jika ada perubahan yang tidak wajar dalam siklus haid. 

Jika munculnya warna darah haid yang tidak wajar juga disertai dengan gejala yang disebutkan di atas, jangan ragu untuk segera memeriksakan diri ke dokter.