Tagged: kesehatan bayi

Inilah Tahapan Saat Memberikan Air Putih untuk Bayi

Menurut American Dietetic Association (ADA) dan American Academy of Pediatrics (AAP), Anda sebagai orang tua sebaiknya tidak perlu khawatir jika si kecil akan kekurangan cairan meski tidak minum air putih. Hal ini karena kandungan air dalam ASI sudah cukup memenuhi jumlah air putih untuk bayi yang wajib dikonsumsi, yaitu sebesar 1,5 mL air/kkal energi setiap harinya.

Selain itu, rasa air putih yang sejuk dan segar dapat membuat si kecil kehilangan selera untuk minum susu. Minum air putih akan membuat perut bayi terasa penuh dan menunda rasa laparnya, sehingga memicu anak minum susu lebih sedikit daripada biasanya.

4 Tahapan Memberikan Air Putih untuk Bayi

Anda harus mengetahui waktu dan usia yang tepat jika ingin memberikan air putih untuk bayi. Anda bisa memberikan air putih ini sesuai dengan takaran yang tepat berdasarkan usianya. Anda juga perlu mengetahui takaran air putih yang diperbolehkan sesuai usia si kecil. Berikut panduan pemberian air putih untuk bayi yang perlu diketahui.

1. Sejak lahir sampai usia 3 bulan

Bayi baru lahir tidak boleh diberikan air putih sama sekali karena hanya diperbolehkan menerima asupan ASI ataupun susu formula yang direkomendasikan. Tidak hanya itu saja, pada usia tersebut ukuran perutnya masih tergolong kecil. Pemberian air putih diklaim dapat mengganggu keseimbangan elektrolit. Lalu, pemberian air putih untuk si kecil di bawah usia 3 bulan juga dapat memengaruhi fungsi otak dan jantung.

2. Usia 4-6 bulan

Sebenarnya, pemberian air putih pada bayi di rentang usia 4 bulan hingga 6 bulan tergolong tidak berbahaya. Akan tetapi, hal ini pun tidak perlu dilakukan. Alasannya adalah karena lagi-lagi bayi yang masih mengonsumsi ASI tidak membutuhkan asupan cairan lainnya. Namun, pada kondisi tertentu, ada bayi yang sudah mulai makan makanan padat atau MPASI sejak usia 4 bulan. Hal ini biasanya dikarenakan produksi ASI ibu tidak keluar lagi atau pertumbuhan berat badan bayi kurang sehingga butuh asupan tambahan selain ASI. Begitu pula ketika anak mengonsumsi susu formula, sebaiknya jangan menambahkan takaran air melebihi yang tertera di petunjuk penggunaan.

3. Usia 6-8 bulan

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, bahwa bayi di usia 6 bulan selain mengonsumsi ASI, ia sudah diperbolehkan untuk mendapatkan MPASI. Maka dari itu, Anda pun boleh memberikan anak minum air putih disela-sela pemberian MPASI. Takaran air putih untuk bayi 6 bulan adalah sebanyak seperempat hingga setengah gelas dalam sehari. Anda bisa mulai memberikan air putih setelah waktu makan dengan bantuan sendok. Lalu, pada rentang usia ini pula anak akan mulai belajar mengisap baik dari gelas maupun menggunakan botol minum khusus.

4. Usia 8-12 bulan

Semakin bertambahnya usia, maka akan ada perubahan pola makan yang akan dialami bayi termasuk dalam pemberian air putih. Pada usia ini, anak sudah membutuhkan cairan sebanyak 800 ml. Namun, jangan lupa bahwa Anda juga perlu menyesuaikan dengan ASI atau susu formula serta MPASI. Maka dari itu, Anda perlu berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter untuk mengetahui seberapa banyak air putih yang diperlukan anak.

Jadi, Anda tidak perlu terburu-buru untuk memberikan air putih kepada si kecil. Anda bisa memberikan air putih untuk si kecil jika sudah berusia di atas 6 bulan. Namun di beberapa kondisi Anda bisa memberikan air putih untuk bayi, meski usianya belum mencapai 6 bulan. Akan tetapi, jangan lupa tetap berkonsultasi dengan dokter jika ingin memberikan air putih untuk bayi Anda.