Tagged: Obat

Cendo Lentikular: Dosis, Pemakaian, dan Efek Samping

Obat tetes mata Cendo Lentikular adalah nama dagang dari Pirenoxine yang digunakan untuk menambahkan cairan pada mata untuk meredakan mata kering. Mata kering adalah kondisi saat mata kita tidak mendapat pelumasan yang memadai dari air mata. Kondisi ini membuat mata tidak bisa menghilangkan debu atau benda asing yang mengganggu mata. Imbasnya, mata terasa sangat tidak nyaman dan kerap membuat diri kita gelisah.

Komplikasi yang dapat ditimbulkan dari penyakit mata kering antara lain adalah meningkatkan risiko terjadi infeksi mata akibat kekurangan pasokan air mata, kerusakan permukaan mata akibat kondisi mata kering yang dibiarkan tanpa pengobatan sehingga memicu konjungtivitis, kerusakan permukaan kornea, luka terbuka pada kornea, serta gangguan penglihatan. 

Sindrom mata kering juga menimbulkan kesulitan pada penderitanya dalam melakukan kegiatan sehari-hari, seperti membaca atau mengemudikan kendaraan.

Penanganan mata kering, bisa dengan menggunakan obat-obatan, seperti obat tetes mata. Seperti pada kalimat pembuka tulisan ini, Cendo Lentikular bisa menjadi jalan alternatif dalam mengatasi mata kering. 

Tapi, bagaimana cara Cendo Lentikular bekerja dalam mengatasi mata kering? Bagaimana dosis, penggunaan, dan efek sampingnya? Di bawah ini akan dijelaskan secara rinci mengenai Cendo Lentikular. Yuk simak!

Dosis & Cara Penggunan Cendo Lentikular

Cendo Lentikular termasuk dalam golongan obat keras, maka dari itu penggunaan obat ini harus dengan anjuran dan resep dokter. Dan agar tidak salah, begini cara penggunaan Cendo Lentikular yang dipaparkan sebagai berikut:

  • Cuci tangan dengan air dan sabun terlebih dahulu.
  • Jika menggunakan lensa kontak, sebaiknya lepaskan dahulu sebelum kamu meneteskan obat tetes mata.
  • Dongakkan kepala kamu dan tarik kelopak mata bagian bawah dengan jari, hingga membentuk sebuah kantong.
  • Dengan tangan lain, pegang obat tetes mata dan posisikan ujung pipetnya mendekati mata. Pencet perlahan kemasan obat hingga cairan menetes jatuh ke dalam kantung mata.
  • Kemudian tutup mata kamu selama 2-3 menit dengan menundukkan kepala. Cobalah untuk tidak berkedip dan menekan kelopak mata kamu.
  • Letakkan jari ke dalam sudut mata kamu dan berikan tekanan lembut, agar obat tetes mata tidak turun ke hidung serta mulut.
  • Lap obat tetes mata yang mengalir sekitar daerah wajah menggunakan tisu.
  • Kalau kamu menggunakan lebih dari satu tetes di mata yang sama, maka tunggu selama 5 menit sebelum menambahkan tetesan berikutnya.
  • Pasang kembali dan kencangkan tutup pada botol obat tetes mata. Jangan menyentuh atau membilas ujung pipet.
  • Cuci tangan kamu untuk menghilangkan sisa obat yang mungkin masih menempel.
  • Untuk hasil yang lebih baik, teteskan pada mata sebanyak 4-6 kali sehari.

Efek Samping Cendo Lentikular

Efek samping yang mungkin terjadi selama pengunaan Cendo Lentikular, antara lain:

  • Hipersensitifitas
  • Reaksi konjungtiva dan iritasi

Cara Penyimpanan

Untuk penyimpanan Cendo Lentikular, simpan pada suhu di bawah 30 derajat Celcius di tempat kering dan sejuk.

Kontraindikasi
Cendo Lentikular tidak boleh diberikan pada pasien dengan riwayat hipersensitivitas terhadap salah satu komponen dalam obat ini.

Peringatan dan Perhatian

  • Hanya penggunaan pada mata
  • Jauhkan jangkauan anak-anak
  • Hindari kontaminasi, jangan menyentuh ujung penetes

Kamu bisa mendapatkan Cendo Lentikular kini dengan mudah, karena sudah banyak tersedia di platform online. Atau kalau kamu mau beli secara langsung di apotek, beberapa jaringan apotek besar juga menyediakan Cendo Lentikular Minidose 5 x 0,6 mL dengan harga produk mulai dari Rp38.000. 

Amankah Pakai Burnazin Krim untuk Luka Terbuka?

Luka bakar diklasifikasikan dalam tiga kategori, yakni luka bakar derajat satu, dua, dan tiga. Burnazin krim adalah salah satu obat topikal yang digunakan untuk mengatasi luka bakar pada derajat dua dan tiga.

Burnazin cukup efektif dalam mencegah infeksi sekaligus menyembuhkan luka bakar. Tapi amankah menggunakannya pada luka terbuka?

Amankah memakai Burnazin krim untuk luka terbuka?

Burnazin krim mengandung bahan aktif antibiotik bernama silver sulfadiazine yang bekerja dengan menghambat pertumbuhan bakteri yang bisa menginfeksi luka terbuka. Sehingga, cukup aman menggunakannya pada luka terbuka atau sesuai dengan anjuran dokter.

Dengan begitu, obat ini mampu mengurangi risiko penyebaran bakteri ke kulit sekitarnya atau ke dalam aliran darah yang menyebabkan infeksi darah serius bernama sepsis. Biasanya obat ini digunakan dengan obat lainnya untuk mencegah dan merawat infeksi yang terjadi pada luka bakar derajat dua dan tiga. 

Pada luka yang terinfeksi, silver sulfadiazine sangat efektif pada beberapa hari atau minggu awal, setelah itu Anda akan diresepkan penggunaan obat lainnya. 

Penggunaan obat salep yang mengandung silver sulfadiazine dengan tepat akan menyembuhkan luka secara optimal. Pada luka yang bersih atau luka pasca operasi yang tertutup, bahan aktif ini terbukti tidak memberikan manfaat apapun. 

Cara pakai Burnazin krim

Burnazin krim harus digunakan secara tepat dan sesuai dengan anjuran dokter. Krim antibakteri ini diaplikasikan langsung pada kulit di atas luka, umumnya akibat luka bakar derajat dua dan tiga.

Begini cara pakai Burnazin yang tepat:

1. Cuci tangan terlebih dahulu sebelum dan setelah mengaplikasikan Burnazin krim

2. Krim ini harus diaplikasikan dalam keadaan steril, sehingga dianjurkan menggunakan sarung tangan sekali pakai, dan juga jaga luka tetap bersih untuk mencegah infeksi baru

3. Aplikasikan krim hingga menutupi area luka dengan merata, sebaiknya tidak terlalu tebal

4. Namun jika dibutuhkan, Anda bisa mengaplikasikan krim lebih banyak untuk menggantikan obat yang telah hilang karena perban ataupun penutup luka lainnya, aplikasikan ulang setelah mandi atau terapi air

5. Biasanya krim ini digunakan 1 atau 2 kali sehari dan harus selalu tertutupi dengan krim ini. Anda bisa menutup luka atau menggunakan perban kasa sesuai anjuran dokter

Gunakan krim ini selama yang dianjurkan oleh dokter dan luka Anda akan segera membaik setelah infeksinya menghilang. Oleh karena itu penting untuk tidak melewatkan mengaplikasikannya karena bisa meningkatkan risiko infeksi baru yang kebal antibiotik.

Jangan gunakan di area mata, hidung, dan mulut kecuali diresepkan oleh dokter. Gunakan hanya di kulit dan usahakan pada waktu yang sama.

Tips merawat luka bakar derajat dua dan tiga

Burnazin krim dapat digunakan untuk mengobati luka serius dan juga luka bakar derajat dua atau tiga. Namun sebelum Anda menggunakannya, lakukan tips merawat luka bakar tersebut seperti berikut ini:

1. Luka bakar derajat 2

Luka bakar derajata dua merupakan luka bakar yang mengenai dua lapisan kulit teratas. Bila Anda mengalaminya, atasi dengan tips berikut ini:

  • Rendam di dalam air dingin selama 10-15 menit, jika tidak ada air tersedia Anda bisa menggunakan kompres dingin
  • Hindari penggunaan es karena bisa menurunkan suhu tubuh dan menyebabkan kerusakan lebih jauh
  • Jangan pecahkan bintil atau aplikasikan mentega maupun salep yang berisiko menyebabkan infeksi
  • Tutup luka dengan perban yang steril dan tidak menempel, jangan terlalu ketat
  • Jika Anda tidak mengalami cedera pada kepala, leher, atau kaki, sebaiknya berbaring, naikkan kaki sekitar 7 cm, naikkan area yang terbakar sejajar dengan jantung, gunakan selimut
  • Kemudian Anda bisa memeriksakan ke dokter untuk mengetes keparahan luka bakar dan meresepkan obat-obatan untuk membantu menyembuhkan

2. Luka bakar derajat tiga

Luka bakar derajat tiga merupakan luka bakar yang cukup parah dan hampir terdapat di seluruh bagian tubuh. Jika Anda atau seseorang mengalami luka bakar ini, segera hubungi bagian gawat darurat, lalu lakukan tips berikut:

  • Tutup luka bakar dengan perban yang tidak menempel dan jangan terlalu ketat
  • Jika area terlalu luas, gunakan kain atau material yang tidak akan meninggalkan sisa benang di dalam luka
  • Pisahkan jemari kaki dan tangan dengan kasa bersih, kering, dan steril
  • Jangan rendam di dalam air atau mengaplikasikan salep karena bisa menyebabkan infeksi
  • Jika Anda tidak mengalami cedera pada kepala, leher, atau kaki, sebaiknya berbaring, naikkan kaki sekitar 7 cm, naikkan area yang terbakar sejajar dengan jantung, gunakan selimut
  • Jika luka bakar terjadi di sekitar saluran pernapasan, jangan taruh bantal di bawah kepala saat berbaring karena bisa menutup saluran pernapasan.
  • Jika luka bakar terjadi di wajah, sebaiknya duduk
  • Cek detak jantung dan pernapasan untuk memonitor kemungkinan terjadinya syok hingga bantuan datang
  • Anda perlu memeriksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan pada luka bakar dan juga oksigen serta tambahan cairan bila dibutuhkan.

Penggunaan Burnazin krim umumnya setelah pemeriksaan dokter dan jika diresepkan. Penting bagi Anda untuk mengikuti anjuran dokter dalam penggunaannya agar membantu penyembuhan dan pencegah infeksi pada luka bakar dengan optimal.

Penggunaan Fungares Krim, Efektif Basmi Kutu Air dan Jamur

Infeksi kulit akibat jamur, seperti kutu air, kurap, dan panu bisa membuat siapapun tidak percaya diri. Seringkali infeksi jamur menyebabkan rasa gatal pada kulit yang terdampak, sehingga akan membuat kita tidak nyaman dan mengganggu aktivitas. Dampak lainnya adalah konsentrasi terpecah akibat rasa gatal tersebut. 

Untuk mengatasi infeksi jamur pada kulit, Anda bisa menggunakan krim anti jamur seperti Fungares. Fungares mengandung bahan aktif miconazole nitrate yang juga bisa ditemukan dalam produk anti jamur lainnya. 

Deskripsi produk

Fungares Krim merupakan obat anti jamur yang diproduksi oleh Guardian Pharmatama. Krim Fungares mengandung zat aktif mikonazol nitrat 2%, yang memiliki sifat anti jamur. Senyawa ini bekerja dengan cara merusak struktur sel jamur, sehingga akan menghentikan pertumbuhan jamur.

Krim Fungares terbukti efektif mengatasi berbagai infeksi jamur seperti kutu air, panu, kurap, dan infeksi jamur Candida pada kulit. Selain itu obat ini juga diindikasikan untuk mengobati kondisi seperti:

  • Infeksi jamur di kuku
  • Gatal di selangkangan akibat infeksi jamur (tinea cruris)
  • Infeksi jamur pada kulit kepala dan batang rambut (tinea capitis)
  • Infeksi jamur menular (tinea manum).

Fungares juga memiliki sifat anti bakteri, terutama terhadap bakteri gram positif sehingga dapat digunakan pada mikosis dan mencegah terjadinya infeksi sekunder oleh bakteri tersebut. 

Dosis dan aturan pemakaian 

Berikut adalah dosis dan aturan penggunaan Fungares untuk mengatasi infeksi kulit dan kuku:

  • Infeksi kulit

Cuci kulit yang terdampak hingga bersih lalu keringkan. Lalu oleskan krim pada kulit yang terdampak (lesi) 2 kali sehari. Gosok krim dengan jari hingga benar-benar meresap ke dalam kulit. Jika semua lesi telah hilang (biasanya 2 hingga 5 minggu), tetap aplikasikan obat selama 10 hari untuk mencgah kekambuhan.  

  • Infeksi kuku

Sebelum mengaplikasikan obat, potong kuku yang terkena sependek mungkin. Oleskan sedikit krim Fungares sebanyak 1 kali sehari lalu tutupi kuku dengan perban plastik yang ketat dan tidak berlubang. 

Setelah kuku yang terinfeksi terlepas (setelah 2-3 minggu penggunaan atau lebih), lanjutkan penggunaan obat hingga pertumbuhan kuku baru dan penyembuhan terlihat, umumnya setelah 7 bulan atau lebih. 

Efek samping penggunaan

Setelah penggunaan, beberapa orang mungkin merasakan efek samping antara lain:

  • Mual dan muntah
  • Iritasi pada kulit
  • Rasa gatal yang bisa meliputi seluruh atau sebagian tubuh seseorang (pruritus)
  • Sensasi rasa terbakar pada kulit
  • Peradangan berupa ruam gatal kemerahan pada kulit yang muncul akibat kontak langsung dengan zat tertentu dan mengiritasi kulit, atau merupakan reaksi alergi terhadap zat tertentu (dermatitis kontak alergi)
  • Biduran (urtikaria)
  • Kemerahan pada kulit

Hentikan penggunaan obat jika terjadi iritasi dan peningkatan sensitivitas kulit. 

Amankah Fungares untuk ibu hamil?

Fungares tergolong dalam obat kategori C, yang berarti belum ada penelitian terkontrol terkait penggunaan Fungares krim pada ibu hamil. Namun diperkirakan ada efek samping yang dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin. 

Oleh karena itu, sebaiknya obat ini tidak digunakan oleh ibu hamil kecuali atas anjuran dokter. Pasien yang memiliki alergi terhadap komponen dalam obat juga disarankan untuk tidak menggunakan Fungares. 

Catatan

Miconazole nitrat memang memiliki sifat anti jamur dan antibakteri, namun tidak semua infeksi jamur dan kandida bisa diobati dengan Fungares. Sebelum menggunakan Fungares, diskusikan dengan dokter terlebih dahulu untuk memastikan ketepatan penggunaannya. 

Perlu diingat bahwa Fungares merupakan obat luar. Aplikasikan Fungares pada wajah dan leher yang terinfeksi jamur secara perlahan, jangan sampai mengenai mata.