Kesehatan Tubuh Mempengaruhi Warna Darah Haid, Kok Bisa?

Sebagai suatu siklus yang berulang tiap bulan, perubahan-perubahan kecil yang muncul pada haid Anda adalah sesuatu yang wajar. Salah satu perubahan yang mungkin Anda jumpai adalah perbedaan pada warna darah haid. 

Meski perubahan tersebut adalah sesuatu yang normal, hal itu juga dapat menunjukkan kondisi kesehatan seseorang. Oleh karenanya, Anda perlu mengenali perubahan warna darah haid yang mungkin muncul untuk mengetahui kapan Anda perlu berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter.     

Mengapa warna darah haid bisa berubah?

Tidak hanya dari satu siklus haid ke siklus berikutnya, warna darah haid bisa berubah dalam satu siklus menstruasi. 

Umumnya, darah haid yang keluar di awal menstruasi berwarna merah terang dan menjadi lebih gelap di akhir periode menstruasi. Hal ini karena darah yang keluar di awal menstruasi lebih lancar. Darah menstruasi yang lama berada dalam tubuh akan teroksidasi dan berwarna lebih gelap, bahkan berwarna kecoklatan atau kehitaman.

Akan tetapi, perubahan warna darah juga bisa dipengaruhi oleh hal lain. Selain karena perubahan hormon pada siklus menstruasi, warna darah haid juga dipengaruhi oleh kondisi kesehatan Anda. Perubahan warna tersebut dapat diakibatkan oleh adanya infeksi atau karena bertambahnya volume darah menstruasi yang keluar.

Ketika warna darah haid berubah karena suatu kondisi kesehatan, umumnya ada gejala lain yang turut muncul dengan perubahan warna. Penting untuk mengetahui kondisi kesehatan apa saja yang berpengaruh pada warna darah menstruasi dan gejala-gejala yang menyertai.  

Kondisi kesehatan yang berpengaruh pada warna darah haid

Perubahan warna darah dapat dipengaruhi oleh faktor hormonal maupun kondisi kesehatan. Berikut adalah kondisi kesehatan yang bisa berpengaruh pada warna darah haid dan cara untuk mengenalinya. 

1. Infeksi

Infeksi menular seksual seperti gonore atau klamidia bisa menyebabkan pendarahan berwarna merah terang di luar waktu menstruasi. 

Infeksi vaginosis bakteri dan trikomoniasis juga dapat menyebabkan perubahan warna darah menstruasi menjadi berwarna oranye, putih atau abu-abu. 

Ketika perubahan warna disebabkan oleh infeksi, gejala yang biasa muncul adalah rasa gatal atau sakit di area vagina, demam, rasa terbakar ketika buang air kecil, dan bau darah atau cairan vagina yang tidak sedap. 

2. Fibroid rahim

Fibroid rahim atau mioma adalah tumor jinak yang tumbuh di area rahim dan dapat hilang dengan sendirinya, namun bisa menimbulkan gejala yang mengganggu.

Salah satu indikasi adanya fibroid rahim adalah keluarnya darah haid berwarna merah terang dengan jumlah banyak atau berbentuk gumpalan. Jika pendarahan tersebut disebabkan oleh fibroid rahim, gejala yang biasa menyertai adalah nyeri haid yang tidak wajar, sakit perut, sakit punggung bagian bawah, susah buang air besar, sering buang air kecil, dan nyeri ketika berhubungan seksual.  

3. Kanker rahim

Meski sangat jarang terjadi, kanker rahim juga bisa menjadi pemicu perubahan dalam warna dan volume darah haid. Seperti fibroid rahim, kanker rahim menyebabkan darah haid menjadi banyak dan berwarna merah terang.

Kanker rahim dapat dideteksi dengan munculnya gejala-gejala lain. Beberapa gejala yang perlu Anda waspadai adalah siklus menstruasi yang tidak teratur, keputihan yang tidak wajar, benjolan di area vagina, dan penurunan berat badan secara drastis. 

4. Penyumbatan dalam vagina

Darah haid yang berwarna hitam umumnya ditemui di awal atau di akhir periode menstruasi. Akan tetapi, warna ini juga dapat mengindikasikan adanya penyumbatan dalam vagina.

Ketika perubahan warna diakibatkan oleh penyumbatan pada vagina, gejala lainnya yang mungkin muncul adalah keputihan yang berbau, demam, kesulitan buang air kecil, dan rasa gatal dan bengkak di area vagina.

Kapan perlu memeriksakan diri ke dokter?

Ada banyak faktor yang bisa berpengaruh pada warna darah menstruasi, salah satunya adalah kesehatan. Meski demikian, tidak semua perubahan warna darah diakibatkan oleh penyakit

Untuk mengetahui apakah ada kondisi kesehatan tertentu yang menyertai warna darah haid yang tidak wajar, Anda bisa mencatat siklus haid setiap bulannya, misalnya lama waktu menstruasi dalam sebulan, lama siklus menstruasi, dan banyak atau sedikitnya darah yang keluar. Penting juga untuk mencatat gejala-gejala lainnya yang muncul bersamaan dengan haid. Dengan mencatat secara rutin, Anda bisa segera mengenali jika ada perubahan yang tidak wajar dalam siklus haid. 

Jika munculnya warna darah haid yang tidak wajar juga disertai dengan gejala yang disebutkan di atas, jangan ragu untuk segera memeriksakan diri ke dokter.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *